Sumber: https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/6__IMG_0206_Satu_yang_menarik_bagi_pembeli_yang_ingin_memesan_motif_dengan_desain_sendiri_bisa_langsung_mengirimkan_foto_untuk_dibuatkan_keramiknya.jpg
Singkawang terletak antara pegunungan dan Pantai adalah tempat kekayaan budaya Tiongkok yang bertemu keindahan alam. Budaya Tiongkok yang kuat telah mendalam dan meresap di Singkawang yang mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa. Salah satu warisan budaya yang masih terjaga adalah seni keramik. Seni keramik ini mirip dengan keramik Dinasti Ming, Tang, Sung, dan Yuan. Desainnya pun menyerupai keramik Tiongkok kuno, termasuk corak naga, glasir yang indah, dan warna yang cerah.
Pembuatan keramik melibatkan proses yang rumit dan berbeda dari teknik pembuatan keramik modern. Seni kerajinan ini masih memiliki akar tradisi Tiongkok. Salah satu elemen penting dalam teknik ini adalah penggunaan tungku naga memanjang. Tungku ini digunakan karena ketika digunakan suhunya dapat mencapai suhu pembakaran yang sangat tinggi.
Bahan baku utama dalam pembuatan keramik adalah kaolin, jenis tanah liat putih yang membentuk dasar keramik tersebut. Proses dimulai dengan membersihkan kaolin, kemudian memotongnya menjadi bagian-bagian kecil agar dapat dibentuk dengan mudah. Kemudian, kaolin dicampur dengan tanah liat dan sedikit air untuk membuat tanah liat lentur yang mudah dibentuk. Setelah itu, tanah liat ini dibentuk menjadi berbagai bentuk keramik yang dapat melibatkan ukiran atau cetakan.
Setelah pembentukan, keramik dikeringkan di tempat teduh untuk mencegah keretakan. Keramik-keramik ini kemudian dihiasi dengan glasir yang terbuat dari berbagai bahan seperti bubuk kerang, abu merang, kaolin, dan lainnya. Proses pengglasiran berkontribusi pada warna cerah dan transparansi keramik. Setelah pengeringan, keramik ditempatkan di dalam tungku naga untuk pembakaran. Proses ini memerlukan pemeliharaan suhu yang cermat dan teliti. Perajin menggunakan kayu karet sebagai bahan bakar untuk menghasilkan suhu yang stabil.
Pada tahap pembakaran, suhu harus dijaga dengan hati-hati. Ketika keramik telah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, mereka akan memiliki warna yang diharapkan. Setelah pembakaran, keramik didinginkan selama beberapa waktu sebelum siap untuk dipasarkan.
Hingga saat ini, terdapat setidaknya 45 jenis keramik yang diproduksi oleh para perajin di Desa Sakok. Keramik-keramik ini sering dihiasi dengan motif-motif antik seperti motif naga dan motif 8 dewa yang menjadi favorit warga Tionghoa. Keramik-keramik ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk tempayan, vas bunga, tempat duduk, dan patung singa emas. Keunikan perajin di desa ini terletak pada kemampuan mereka untuk membuat keramik yang mirip dengan keramik dari Dinasti Ming. Harga keramik di Desa Sakok bervariasi tergantung pada jenis bahan baku yang digunakan.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/keramik-desa-sakok-teknik-traditional-dengan-kualitas-terbaik/ dengan pengubahan