Sumber: J. H. Colton/Wikimedia Commons
Sebelum dikenal sebagai Indonesia, wilayah yang kini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pernah disebut dengan beberapa nama, termasuk Nusantara dan Hindia Belanda. Nama Nusantara muncul dari para pujangga Kerajaan Majapahit, sedangkan istilah Hindia Belanda mulai dikenal setelah kedatangan bangsa Eropa di wilayah kepulauan ini. Penamaan ini menunjukkan bagaimana sejarah kolonial dan perdagangan membentuk identitas geografis Nusantara.
Kata “Hindia” sendiri berawal dari istilah Latin Indus, yang merujuk pada Sungai Indus di wilayah Asia Selatan. Awalnya, kata ini dipakai oleh bangsa Romawi untuk menyebut wilayah sekitar sungai tersebut. Seiring waktu, para ahli geografi Eropa menggunakan istilah Hindia untuk merujuk pada sebagian besar Asia yang terletak di timur Persia. Setelah penemuan benua Amerika, istilah Hindia Timur digunakan untuk membedakan wilayah Asia Tenggara dan Nusantara dari Hindia Barat yang kini dikenal sebagai Kepulauan Karibia.
Ketika bangsa Eropa mulai menjelajahi Nusantara pada abad ke-16, mereka menyadari bahwa kepulauan ini kaya akan rempah-rempah. Bangsa Portugis menjadi yang pertama tiba, diikuti oleh Spanyol, Inggris, dan akhirnya Belanda. Belanda kemudian mendominasi perdagangan rempah dan menguasai wilayah Nusantara melalui VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Dalam dokumen VOC abad ke-17, Nusantara disebut Nederlandsch Indie atau Hindia Belanda, sebagai tanda wilayah ini menjadi koloni Belanda.
Hindia Belanda menjadi salah satu koloni paling berharga bagi Kerajaan Belanda, karena rempah-rempah dan hasil bumi yang melimpah. Nama ini tetap digunakan meski VOC bubar pada akhir abad ke-18, dan terus melekat hingga era pergerakan nasional Indonesia. Pada pertengahan abad ke-19, istilah “Indonesia” mulai muncul dalam jurnal asing, seperti Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, sebagai alternatif yang lebih tepat untuk menyebut kepulauan Nusantara. Penggunaan nama Indonesia semakin meluas, terutama melalui media lokal, dan nama Hindia Belanda baru sepenuhnya ditinggalkan ketika Belanda menyerah kepada Jepang pada 1942.
Sejarah nama Hindia Belanda menunjukkan bagaimana interaksi antara perdagangan, kolonialisme, dan perkembangan ilmu pengetahuan mempengaruhi penamaan wilayah. Meski namanya telah berubah, jejak sejarah ini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Sumber Referensi:
Kredit Gambar: