Sumber: freepik.com
Dalam ilmu geometri, dua segitiga dikatakan sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan panjang sisi-sisinya memiliki perbandingan (rasio) yang senilai. Konsep kesebangunan segitiga sering digunakan dalam situasi praktis.Berikut beberapa contoh penerapan kesebangunan segitiga dalam kehidupan sehari-hari.
a. Sebuah pohon setinggi 6 m terletak di depan menara yang berjarak 240 cm. Bayangan puncak menara dan pohon berimpit. Jika bayangan pohon 90 cm, berapakah tinggi menara?
Jawab:

Dalam hal ini, segitiga ABC dan ADE sebangun.
Berarti, diperoleh perhitungan berikut.

Jadi, tinggi menara adalah 22 m.
b. Amatilah gambar berikut!

Ridwan dan Reno akan mengukur jarak dua pohon T dan U di seberang sungai. Mereka membuat patok pada titik R, O, dan S seperti gambar di atas. Tentukan jarak pohon T dan U!
Jawab:
Misalkan, lebar sungai = RU.
Dalam hal ini, segitiga PQU dan ROU sebangun.
Berarti, diperoleh perhitungan berikut.

Adapun segitiga ORQ dan TUQ sebangun.
Berarti, diperoleh perhitungan berikut.

Jadi, jarak pohon T dan U adalah 20 m.