Sore ini Wibi dan Zian ke rumah Feri.
Mereka akan mengajak Feri bermain di lapangan.
Wibi dan Zain mengetuk pintu rumah Feri.
“Feri… Feri….
Ayo main ke lapangan!” panggil Wibi dan Zian.
Ceklek. Ibu Feri yang membukakan pintu.
“Maaf, Wibi, Zian.
Feri sedang tidak enak badan.
Jadi, Feri harus istirahat di rumah,” kata ibu Fer.
“Baik, Tante.
Maaf mengganggu,” kata Wibi.
Wibi dan Zian pun berpamitan.
Mereka berdua berjalan menuju lapangan.
Keesokan harinya, Feri tidak masuk sekolah.
“Hari ini Feri tidak masuk sekolah.
Apa dia masih sakit?” tanya Wibi kepada Zian.
“Aku juga tidak tahu.
Bagaimana kalau kita menjenguknya nanti sore?” usul Zian.
“Baiklah, Zian. Nanti sore aku ke rumahmu.
Terus kita ke rumah Feri,” kata Wibi.
“Oke, Bi,” kata Zian.
Sore harinya, Wibi dan Zian ke rumah Feri.
Ibu Feri mempersilakan mereka masuk.
“Mengapa hari ini Feri tidak masuk sekolah, Tante?” tanya Wibi.
“Feri sedang sakit batuk dan pilek.
Kemarin badannya panas dan pusing.
Setelah itu batuk dan pilek,” jelas ibu Feri.
Wibi dan Zian melihat Feri tiduran dan memakai masker.
“Saat batuk dan pilek sebaiknya memakai masker.
Hal ini untuk menghindari penyebaran virus.
Selain itu, jangan lupa cuci tangan setelah beraktivitas,” kata ibu Feri.
Wibi dan Zian mengangguk mendengar penjelasan ibu Feri.
Setelah menjenguk, mereka berpamitan pulang.
Mereka mendoakan agar Feri lekas sembuh. Mereka berharap bisa segera bermain bersama.