Namaku Bima.
Umurku 7 tahun.
Aku suka membantu teman yang terluka saat bermain.
Aku akan datang membawa plester dari tas kecilku.
“Terima kasih, Bima.
Kamu seperti dokter,” kata Dito, temannya.
Sejak itu, aku sering berpikir,
“Aku ingin menjadi dokter.
Aku ingin bisa membantu banyak orang.”
Suatu pagi, aku melihat Ibu sedang menyiram tanaman.
Aku mendekat dan bertanya,
“Bu, apa dokter itu pekerjaan yang sulit?”
Ibu tersenyum dan menjawab,
“Iya, Nak.
Namun, jika kamu sungguh-sungguh dan belajar dengan giat,
kamu pasti bisa menjadi dokter.”
Aku makin semangat.
Di sekolah, aku rajin belajar.
Aku juga suka bermain dokter-dokteran dengan teman-teman.

“Dokter Bima, tolong periksa kaki saya,”
kata temanku sambil pura-pura kesakitan.
Aku akan mengambil mainan stetoskop dan berkata,
“Tenang, saya akan membuatmu cepat sembuh.”
Setiap malam, aku berdoa sebelum tidur,
“Ya Tuhan, tolong bantu aku menjadi dokter yang baik nanti.”
Aku akan giat belajar, berdoa, dan tidak mudah menyerah. Aku yakin cita-citaku pasti tercapai.