Set of Young Indonesia man wearing Various Traditional costumes in cartoon character, vector illustration
Sumber: jcomp/Freepik
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman sosial yang sangat kaya. Setiap wilayah memiliki bahasa, adat, kepercayaan, seni, dan cara hidup yang berbeda. Keberagaman ini bukan sekadar gambaran warna-warni budaya, tetapi juga sumber kekuatan yang membentuk karakter bangsa. Namun, di tengah globalisasi dan arus budaya asing yang bergerak cepat, ragam budaya tersebut menghadapi tantangan baru, yaitu cara tetap bertahan tanpa kehilangan makna.
Pelestarian budaya berawal dari kesadaran individu. Seseorang hanya bisa menjaga sesuatu yang ia pahami. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, memahami budaya berarti memahami jati diri sendiri sekaligus menghargai identitas orang lain.
Berikut sepuluh langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia sekaligus merawat keragaman sosial yang kita miliki.
1. Mengalami dan Berinteraksi Dengan Budaya
Keragaman sosial membuat setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda. Mengalaminya secara langsung—misalnya belajar tari Jaipong di Jawa Barat, mengikuti upacara adat ngaben di Bali, atau bergabung dalam sanggar seni lokal—akan menumbuhkan rasa dekat dengan budaya tersebut. Interaksi ini tidak hanya membuat tradisi hidup, tetapi juga menjadikan pengalaman budaya sebagai bagian dari keseharian.
2. Membagikan Pengetahuan Tentang Budaya
Dalam masyarakat yang beragam, berbagi informasi dapat menjembatani perbedaan. Menulis artikel, membuat video, atau mengunggah cerita tentang seni, kuliner, atau ritual adat tertentu membantu memperluas wawasan lintas daerah. Anak muda dari suku berbeda dapat saling mengenal budaya satu sama lain, sekaligus meningkatkan rasa toleransi dan pemahaman.
3. Menjadikan Budaya Sebagai Identitas
Identitas budaya di Indonesia sangat beragam. Mengintegrasikan budaya dalam kehidupan sehari-hari—melalui bahasa daerah, pakaian tradisional, musik, maupun upacara adat—membangun rasa memiliki dan kebanggaan. Sikap ini mencegah budaya lokal kalah oleh pengaruh budaya asing dan memperkuat jati diri setiap individu dalam masyarakat majemuk.
4. Mengembangkan Produk Seni dari Berbagai Daerah
Keragaman sosial tercermin dalam kerajinan dan seni dari setiap suku. Memasarkan batik, tenun, ukiran, atau alat musik tradisional tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya, tetapi juga mengenalkan keragaman Indonesia ke dunia. Pelestarian ini bisa dilakukan melalui pameran, festival, atau platform digital, sehingga budaya lokal dapat dihargai secara global.

Sumber: Ivonesuryani/Detik
5. Memahami Budaya Lokal Sebagai Bagian dari Keanekaragaman
Belajar dan mempraktikkan budaya daerah sendiri merupakan pintu masuk untuk menghargai keberagaman. Misalnya, memahami filosofi tari saman di Aceh atau teknik pembuatan tenun ikat di NTT mendorong penghargaan terhadap budaya lain. Pemahaman ini memperkuat toleransi, yang menjadi tiang utama dalam masyarakat plural.
6. Bersikap Selektif Terhadap Pengaruh Asing
Budaya asing mudah masuk melalui media dan teknologi. Bersikap selektif memungkinkan masyarakat menerima hal positif dari globalisasi tanpa kehilangan ciri lokal. Contohnya, menyesuaikan tren musik modern dengan instrumen tradisional atau memadukan busana modern dengan motif batik, menjaga keseimbangan antara modernitas dan akar budaya.
7. Menumbuhkan Kebanggaan Terhadap Ragam Budaya
Rasa bangga terhadap budaya mendorong masyarakat menampilkan tradisi dalam berbagai kegiatan, mulai dari festival lokal hingga perayaan nasional. Dengan setiap kelompok masyarakat mempraktikkan dan menampilkan budayanya, seluruh keragaman Indonesia ikut terangkat, sekaligus memperkuat identitas nasional di mata dunia.
8. Menjaga Tradisi Tiap Komunitas
Setiap komunitas—baik suku, adat, maupun kelompok sosial—memiliki peran penting dalam melestarikan budayanya. Mempertahankan ritual, seni, dan kebiasaan lokal memastikan bahwa setiap kelompok dalam masyarakat majemuk tetap memiliki ruang untuk merawat warisan leluhur, misalnya melalui sanggar seni, kelompok teater tradisional, atau pagelaran musik etnik.
9. Menguatkan Pendidikan Budaya di Lingkungan yang Beragam
Sekolah dan lembaga pendidikan adalah tempat berbagai latar belakang bertemu. Pengajaran budaya—baik berupa praktik seni, sejarah lokal, maupun kegiatan tematik—menjadi sarana mengenal perbedaan. Metode kreatif seperti digital storytelling, drama tari, atau pameran budaya menumbuhkan rasa menghargai keragaman sekaligus menjadikan generasi muda sebagai pewaris budaya.
10. Mendorong Kebijakan yang Mendukung Keragaman Budaya
Pemerintah berperan strategis dalam memastikan semua budaya dan kelompok sosial mendapat ruang yang sama. Dukungan bisa berupa festival budaya, perlindungan cagar budaya, program pemberdayaan komunitas, atau pendanaan untuk pelestarian kerajinan dan seni tradisional. Kebijakan yang tepat menjaga keberagaman tetap hidup dan memberi peluang bagi masyarakat untuk mengekspresikan identitas budaya masing-masing.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, pelestarian budaya Indonesia tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga merawat keragaman sosial yang menjadi ciri khas bangsa. Generasi muda pun akan tumbuh menjadi pewaris sekaligus agen pelestarian budaya, menjaga warisan leluhur tetap relevan di era modern.
Sumber Referensi:
https://tirto.id/cara-melestarikan-budaya-nasional-di-berbagai-lingkungan-gSgX
Kredit Gambar: