Learning the fundamentals of singing like breathing, posture and diction.
Sumber: AMR Image/https://media.istockphoto.com/id/1155122697/id/foto/pelajaran-menyanyi.jpg?s=612×612&w=is&k=20&c=_AgDFza3JrsFY7tLKki7Gn1adcuTxwg5g1Rr7IQyfJA=
Akting pemeran tidak lepas dari dukungan kata yang diucapkan, baik berupa dialog, monolog, maupun interjeksi yang diucapkan. Dengan dialog atau monolog yang diucapkan, maka pemeran mampu mengutarakan pikiran dan peranan tokoh yang sedang diperankan. Dialog bisa tercipta karena adanya suara yang dikeluarkan melalui mulut pemeran. Dengan suara yang terlatih, maka pemeran akan mampu mengucapkan kata tersebut dengan tepat. Jadi, manfaat dari olah suara dalam teater adalah pemeran bisa mengucapkan kata yang dituliskan oleh penulis dengan tepat sehingga tidak terjadi kesalahan komunikasi.
Suara atau vokal adalah hal yang dominan dalam pertunjukan teater karena vokal adalah sarana komunikasi yang berkaitan dengan isi cerita yang ingin disampaikan. Salah satu latihan suara adalah artikulasi.
Artikulasi adalah hubungan antara yang dikatakan dan cara mengatakannya. Artikulasi adalah suatu ekspresi gestur yang kompleks. Dari artikulasi kita akan mengerti gestur, vokal, fisik, dan semua aspek bunyi. Dialog yang ditulis oleh penulis naskah seperti sebuah partitur musik yang penuh irama, bunyi, dan tanda dinamis yang semua itu dibutuhkan untuk karakter peran.
Latihan artikulasi perlu memperhatikan bunyi suara yang keluar dari organ produksi suara. Bunyi suara yang kita kenal meliputi bunyi nasal (di rongga hidung) dan bunyi suara oral (di rongga mulut). Bunyi nasal muncul ketika langit-langit lembut di rongga mulut diangkat dan diturunkan dan membuka jalan untuk aliran udara menuju rongga hidung dan di sana udara beresonansi menghasilkan bunyi. Bunyi nasal meliputi huruf m, n, ny, dan ng.
Bunyi suara dibagi menjadi dua, yaitu bunyi suara vokal dan bunyi suara konsonan. Bunyi vokal atau huruf hidup diproduksi dari bentuk mulut yang terbuka, misalnya a, i, u, e, o, dan diftong (kombinasi dua huruf hidup, misalnya au, ia, ai, dan ua). Bunyi konsonan diproduksi ketika aliran nafas dirintangi atau tertahan di mulut. Latihan artikulasi dapat dilakukan dengan mengucapkan kata-kata bersuara dan tidak bersuara dengan tempo yang berbeda-beda. Berikut beberapa contoh latihan artikulasi.
1) Latihan bunyi suara nasal
a) Tarik napas dan hembuskan sambil melafalkan huruf m, n, ny, ng.
b) Lakukan latihan melafalkan huruf tersebut sampai menemukan cara mengucapkan yang benar.
2) Latihan bunyi suara oral
a) Tarik napas dan hembuskan sambil melafalkan huruf vokal (a, i, u, e, o) terputus-putus, lakukan 8 kali latihan.
b) Tarik napas dan hembuskan sambil melafalkan huruf vokal dengan cara menyambung, lakukan 8 kali latihan.
c) Tarik napas dan hembuskan sambil melafalkan huruf diftong (au, ai, ia, ua) lakukan 8 kali latihan.
d) Tarik napas dan hembuskan sambil melafalkan huruf konsonan (b, c, d, f, g) lakukan 8 kali latihan.
Sumber: https://adjar.grid.id/read/542994018/artikulasi-dan-olah-suara-dalam-seni-teater?page=all dengan pengubahan