Baim memiliki sepeda baru.
Dibelikan waktu ia ulang tahun.
Hadiah dari Ayah dan Ibu.
Sepedanya berwarna biru.
Di stang sepeda ada bel.
Jika ditarik, bunyinya kring kring kring.
Namun, Baim belum mahir bersepeda.
Ia minta diajari Ayah.
Dengan senang hati Ayah mengajari Baim.
Baim segera naik ke atas sepedanya.
Tak lupa lutut dan siku diberi pelindung.
Agar tidak lecet saat jatuh.
Baim juga memakai helm sepeda.
Ayah memegang bagian belakang sepeda.
Baim mulai mengayuh pedal.
Kaki kanan mengentak pedal, baru setengah putaran.
Kemudian ganti kaki kiri.
Baim belum bisa mengayuh satu putaran penuh.
Namun, ia tidak putus asa.
Keinginannya aga dapat segera bersepeda.
Satu, dua, tiga.
Baim mulai bisa mengayuh satu putaran.
“Horeeee!” teriaknya.
Ayah mulai melepaskan pegangan pada sepeda Baim.
Perlahan-lahan Baim bisa mengayuh sepeda sendiri.
Miring kanan, miring kiri.
Baim tetap berusahan.
Ayah dan Ibu senang melihatnya. Baim tidak mudah menyerah dan putus asa.