Di sebuah desa kecil, hiduplah seekor ayam kecil bernama Ciko.
Ciko tinggal bersama teman-temannya.
Mereka hidup di sebuah ladang penuh bunga dan pohon rindang.
Ciko adalah ayam yang ceria.
Namun, tubuhnya kecil dan lemah dibandingkan teman-temannya.
Suatu pagi, Ciko berjalan di ladang.
Ia melihat Kiki Kucing sedang mencoba memanjat pohon.
Ia ingin mengambil layang-layangnya yang tersangkut.
“Aduh, susah sekali!” keluh Kiki sambil melompat-lompat.
Ciko melihat Kiki kesulitan.
Walaupun kecil, Ciko berpikir keras,
“Aku harus menolong Kiki! Tetapi bagaimana caranya?”
Ciko berlari ke rumah bebek bernama Lala.
“Lala, ayo kita bantu Kiki!
Layang-layangnya tersangkut di pohon!” ajak Ciko.
Lala mengangguk setuju.
“Tetapi kita berdua saja tidak cukup.
Pohonnya terlalu tinggi!” kata Lala.
Lalu, mereka mengajak Gugu si kambing dan Mimi si kelinci.
Bersama-sama, mereka punya rencana.
Gugu berdiri paling bawah,
lalu Lala naik ke atas punggung Gugu.
Mimi melompat naik ke atas Lala,
dan terakhir Ciko memanjat ke atas Mimi.
“Hati-hati, Ciko!” kata Mimi.
Dengan hati-hati, Ciko menggapai layang-layang itu.
Ia menariknya turun.
Akhirnya, layang-layang Kiki berhasil mereka selamatkan!
“Terima kasih, teman-teman!
Kalian sangat baik!” kata Kiki dengan wajah bahagia.
Ciko tersenyum.
“Kita harus saling menolong, Kiki.
Kalau kita bekerja sama, semua bisa jadi lebih mudah!”
Sejak saat itu, semua binatang di ladang makin akrab.
Mereka selalu siap menolong satu sama lain.
Ciko, mengajarkan kepada teman-temannya
bahwa menolong adalah cara terbaik untuk menunjukkan kasih sayang.